NamKenjiro Kun Kenjiro Kunry. Umurku 23 tahun, dan sekarang sedang kuliah di tingkat terakhir di sebuah PTS di Hokkaido. Asalku dari Sukabumi, dimana Kenjiro Kun menghabiskan masa anak-anak dan remajKenjiro Kun, sampai kemudian Kenjiro Kun pindah ke Hokkaido empat tahun yang lalu.
Ekonomi keluargKenjiro Kun termasuk pas-pasan. Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di Sukabumi. Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di sana. Kenjiro Kun tinggal di tempat kos di daerah Hokkaido Barat. Karena uang kiriman orang tuKenjiro Kun kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, Kenjiro Kunpun menjadi guru privat anak-anak SMA. Memang Kenjiro Kun beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer.
Kenjiro Kunpun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian Kenjiro Kun hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. Kenjiro Kun pikir tidak mengapa, asal Kenjiro Kun bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, sehingga Kenjiro Kun bisa lulus dan membanggakan kedua orang tuKenjiro Kun. Terkadang Kenjiro Kun iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll.
Salah satu dari teman kuliahku bernama Tsubasa Amami. Dia seorang gadis cantik dan kaya. Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Hokkaido. Percaya atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang Kenjiro Kun heran, kok dia bisa tertarik padKenjiro Kun. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya. Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya Kenjiro Kun orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya “cute”, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar, dan berisi. Nggak percuma juga Kenjiro Kun sering latihan karate, renang, bola, dan voli waktu di Sukabumi dulu.
Tsubasa Amami dan Kenjiro Kun telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpacaran denganku. Kenjiro Kunpun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padKenjiro Kun, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi Kenjiro Kun memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Tsubasa Amami pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga Kenjiro Kun selalu menolak. Kemana-mana Kenjiro Kun selalu menggunakan motor bersama Tsubasa Amami.
Tsubasa Amamipun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku. Saat makan atau nonton, Kenjiro Kun selalu menolak bila dia akan mentraktirku. Kenjiro Kun bilang padanya sebagai laki-laki Kenjiro Kun yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah. Itupun Kenjiro Kun lKenjiro Kunkan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku.
Tsubasa Amami adalah gadis baik-baik. Kenjiro Kun sangat mencintainya. Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh. Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut. Tsubasa Amami pernah bilang padKenjiro Kun, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti. Terlebih Kenjiro Kunpun waktu itu masih perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Hokkaido sekarang.
Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu Kenjiro Kun ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. Kenjiro Kun tertarik mendengar cerita suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga Kenjiro Kun berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba.
Hasilnya ternyata luar biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu. Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah.
Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung Kenjiro Kun menemukan program ini.172Please respect copyright.PENANA5OzU0M5b4m
Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama Kenjiro Kun impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat Kenjiro Kun beli. Semakin sering Kenjiro Kun mengajak Tsubasa Amami untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21. Tsubasa Amami sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya Kenjiro Kun berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah Kenjiro Kun jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya Kenjiro Kun bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadKenjiro Kun.
Hanya satu saja yang masih kurang. Kenjiro Kun belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahKenjiro Kun selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik. Kenjiro Kun tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya.
“Ya betul… mobil saya memang dijual”. Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.172Please respect copyright.PENANAZsqMs6tLSe
“Harganya berapa Bu?”172Please respect copyright.PENANAMElmxBnrMs
“Empat puluh delapan juta”172Please respect copyright.PENANAV4XQIXeqbz
“Kok mahal sih Bu?”172Please respect copyright.PENANAltuCxbD7cS
“Kondisinya bagus lho.. Semuanya full orisinil”172Please respect copyright.PENANA3gozQ0qyPf
Dengan cepat kukalkulasi danKenjiro Kun. Wah.. Untung masih cukup, walaupun Kenjiro Kun harus menjual motorku dulu. Tetapi Kenjiro Kunpun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar. Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu.172Please respect copyright.PENANA0JH0hBdEV5
“Alamatnya dimana Bu?”172Please respect copyright.PENANAUyjPueiG6U
Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan Kenjiro Kun berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah.
Setelah mencari beberapa lama, sampai juga Kenjiro Kun di alamat yang dimaksud.172Please respect copyright.PENANAQIp7W4F7Gx
“Selamat sore” sapKenjiro Kun ketika seorang wanita cantik membuka pintu.172Please respect copyright.PENANAo3eStfOg4B
“Oh sore..” jawabnya.172Please respect copyright.PENANAnHfQaK48g6
Kenjiro Kun tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju “you can see” menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, Kenjiro Kun bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally Margaretha, bintang film itu.
“Saya Kenjiro Kunry yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibu”172Please respect copyright.PENANAXJad6SY6Ug
“Oh.. Ya silakan masuk.”172Please respect copyright.PENANA4qwqz0t596
Kenjiro Kunpun masuk ke dalam rumahnya.172Please respect copyright.PENANAOpJ6GNuS48
“Tunggu sebentar ya Kenjiro Kun. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?”172Please respect copyright.PENANAFkTwhgWk5q
“Ah.. Nggak usah ngerepotin.. Apa saja deh Bu”172Please respect copyright.PENANA0KeKSPXslp
Kenjiro Kunpun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup.172Please respect copyright.PENANAk4ivtqwFT4
“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya setelah duduk bersamKenjiro Kun di ruang tamu172Please respect copyright.PENANAqfgryY7Riq
“Iya Bu.. Hampir selesai sih “172Please respect copyright.PENANAqhd9XIWzo2
“Ayo diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu berkata lagi.172Please respect copyright.PENANACTqA4E7NLh
Kuteguk sirup pemberian si ibu. Kimochi sekali rasanya menghilangkan dahagKenjiro Kun.172Please respect copyright.PENANA7ZtZW5rVKk
“Oh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu. Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku.172Please respect copyright.PENANAGQxCIQLyEw
“Wah.. Hebat kamu kalau gitu. Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”172Please respect copyright.PENANAyNXazF9Wn5
“Yah usaha kecil-kecilan lah” jawabku seadanya.172Please respect copyright.PENANAMyH7zhAQsy
“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?”172Please respect copyright.PENANAw1U8rIA1H6
“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu tua. Panggil saja Minami Chan.” jawabnya sambil sedikit tertawa genit.172Please respect copyright.PENANAMT2UTuHdm3
“Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru”172Please respect copyright.PENANArWoPnPiGhI
“Oh begitu..” jawabku.
Kemudian Minami Chan tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak rikuh Kenjiro Kun dibuatnya. Terlebih Minami Chan duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.172Please respect copyright.PENANAghGgh2uamk
“Anaknya berapa Minami Chan. Terus suami Minami Chan kerja dimana?” tanyKenjiro Kun untuk menghilangkan kerikuhanku.172Please respect copyright.PENANAu52cTvaHdd
“Anakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya.172Please respect copyright.PENANAlojp7HQ009
“Waduh.. Maaf ya Minami Chan”172Please respect copyright.PENANAdANYGjnotP
“Nggak apa kok Kenjiro Kun.. Kamu sendiri sudah punya pacar?”172Please respect copyright.PENANApFfi992p4i
“Sudah, Minami Chan”172Please respect copyright.PENANA9al5nE3SCC
“Cantik ya?”172Please respect copyright.PENANALThPlU4FqQ
“Cantik dong Minami Chan..” jawabku lagi.172Please respect copyright.PENANAB7zsowioiu
Duh, Kenjiro Kun makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Minami Chan kemudian beranjak duduk di sebelahku.172Please respect copyright.PENANAsp0z4x5WlE
“Cantik mana sama Minami Chan..” katanya sambil tangannya meremas tanganku.172Please respect copyright.PENANAvsZ53Qj9Qz
“Anu.. Aduh.. Sama-sama, Minami Chan juga cantik” jawabku sedikit tergagap.172Please respect copyright.PENANA8vgW6X1X7R
“Kamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?”.172Please respect copyright.PENANAt3Z86O2DL0
Sambil berkata, tangan Minami Chan mulai berpindah dari tanganku ke pahKenjiro Kun.172Please respect copyright.PENANATIAheb0GwE
“Belum.. Minami Chan.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan dulu” jawabku sambil menepis tangan Minami Chan yang sedang meremas-remas pahKenjiro Kun.172Please respect copyright.PENANANIBzoRv1jX
Jujur saja, sebenarnya Kenjiro Kunpun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu Kenjiro Kun masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Tsubasa Amami pacarku. Mendengar kalau Kenjiro Kun masih perjaka, tampak Minami Chan tersenyum.172Please respect copyright.PENANACz1WiynLve
“Mau Minami Chan ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahKenjiro Kun, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.172Please respect copyright.PENANAhvnX6cAJF1
“Aduh.. Minami Chan.. Saya sudah punya pacar.. Nggak usah deh..”172Please respect copyright.PENANATVf6z7iaQ3
“Mobilnya kapan datang sih?” lanjutku lagi.172Please respect copyright.PENANAmc6xxo9Ubd
“Sebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi? “172Please respect copyright.PENANA9ikVyNnWH9
Tanpa menunggu jawabanku, Minami Chan pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu Minami Chan. Beberapa menit kemudian, Minami Chan kembali membawa minumanku.172Please respect copyright.PENANAeX6DipcoWe
“Ayo diminum lagi” kata Minami Chan sambil memberikan gelas berisi sirup padKenjiro Kun.172Please respect copyright.PENANAsV1ZgSbxno
Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi. Minami Chan kemudian kembali duduk di sebelahku.
“Ya sudah.. Kamu memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”172Please respect copyright.PENANAK869lPiQib
“Iya Minami Chan..” jawabku lega.172Please respect copyright.PENANA9ksG5uSeqx
“Kamu ngambil jurusan apa?”172Please respect copyright.PENANAAp3G6QPA4n
“Ekonomi, Minami Chan”172Please respect copyright.PENANARb3iNqJZ7t
“Kenal pacarmu di sana juga?”172Please respect copyright.PENANAufjT0IMqBd
Waduh.. Kenjiro Kun berpikir kok si Minami Chan kembali nanyanya yang kayak begituan.172Please respect copyright.PENANAVAUSPoyl8B
“Iya dia teman kuliah”172Please respect copyright.PENANAtwoFftBqbx
“Ceritain dong gimana ketemuannya”172Please respect copyright.PENANA3AkhnMOKRo
Yah daripada diminta yang nggak-nggak, Kenjiro Kun setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Tsubasa Amami. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi.172Please respect copyright.PENANAnSfzD34vgO
Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat. Kenjiro Kunpun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku.172Please respect copyright.PENANAyPLLCoeQGq
“Kenapa Kenjiro Kun.. Kamu sakit ya” tanya Minami Chan tersenyum sambil kembali meremas tanganku.172Please respect copyright.PENANAbjqo9Osd1b
Tangannya kemudian beralih ke pahKenjiro Kun dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.172Please respect copyright.PENANArzu1Ljn5WF
“Anu Minami Chan rasanya kok agak aneh ya?” jawabku.172Please respect copyright.PENANAGYuFoutevj
“Tapi Kimochi kan?”172Please respect copyright.PENANA219e51RQGx
Minami Chanpun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi Kenjiro Kun menolak Minami Chan. Nafsuku telah sampai di ubun-ubun.172Please respect copyright.PENANAAztFvyzPNq
“Saya tadi dikasih apa Minami Chan” tanyKenjiro Kun lirih.172Please respect copyright.PENANAIgwpxX9KDX
“Ah.. Cuma sedikit obat kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanKenjiro Kun.172Please respect copyright.PENANAkcTfU4qaQ3
“Ayo, Minami Chan ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku.
Minami Chanpun kemudian membuka celanKenjiro Kun beserta celana dalamnya sekaligus.172Please respect copyright.PENANAjxV1eSmM88
“Hmm.. Besar juga ya punyamu. Minami Chan suka tongkol besar anak muda begini”.172Please respect copyright.PENANAeCWs9kY6je
Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian Minami Chan merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.172Please respect copyright.PENANAmT2wsnsAHF
“Ah.. Minami Chan..” desahku menahan nikmat, ketika mulut Minami Chan mulai menghisap dan menjilati penisku.172Please respect copyright.PENANAj8VjNmIvKd
Tangan Minami Chanpun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali Minami Chan bangkit dan menciumiku.172Please respect copyright.PENANAfKKiJ0SY1w
“Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk Amami Chan..” bisiknya.172Please respect copyright.PENANA0L5u81xRWi
Kenjiro Kunpun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah menguasai diriku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur Minami Chan di bagian belakang rumah. Sesampainya Kenjiro Kun di kamar, Minami Chan kembali menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung.172Please respect copyright.PENANAydPKB0HjdJ
“Ayo Amami Chan.. Kamu remas ya”172Please respect copyright.PENANA23qpYwgERg
Kuikuti instruksi Minami Chan dan kuremas payudara miliknya. Minami Chanpun terdengar mengerang nikmat.172Please respect copyright.PENANASgK76fFGoW
“Amami Chan… tolong bukain baju Minami Chan ya”.172Please respect copyright.PENANAFdpSINr8G7
Minami Chan membalikkan badan dan Kenjiro Kunpun membuka retsleting baju “you can see”nya. Setelah terbuka, Minami Chan kembali berbalik menghadapku.172Please respect copyright.PENANAghuxfYE1Ii
“BHnya sekalian donk Amami Chan..” ujarnya.172Please respect copyright.PENANA1RHa3KSPi7
Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.172Please respect copyright.PENANAITwOgqXWZN
“Aduh.. Kamu lugu amat ya.. Minami Chan suka..” katanya disela-sela ciuman kami.172Please respect copyright.PENANArHqLbKvdra
“Pengaitnya di depan, Amami Chan..”172Please respect copyright.PENANAnFLibYG3FN
Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara Minami Chan yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar.172Please respect copyright.PENANAbc5TtCXZrc
“Bagus khan Amami Chan.. Ayo kamu hisap ya..”172Please respect copyright.PENANAivO1FVfL1k
Tangan Minami Chan merengkuh kepalKenjiro Kun dan didorong ke arah dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.172Please respect copyright.PENANAdTEvZLuH17
“Ah.. Kimochi.. Anak pintar.. Sshh” desah Minami Chan ketika Kenjiro Kun mulai menghisap payudaranya.172Please respect copyright.PENANAAd2PzSu2GX
“Jilati putingnya yang..” instruksi Minami Chan lebih lanjut. Dengan menurut, Kenjiro Kunpun menjilati puting payudara Minami Chan yang telah mengeras.172Please respect copyright.PENANAyrrESronBj
Kemudian Kenjiro Kun kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas Kenjiro Kun hisapi payudaranya, Minami Chan kemudian mengangkat kepalKenjiro Kun dan kembali menciumiku.172Please respect copyright.PENANAvmY8sdUXGi
“Sekarang kamu buka rok Minami Chan ya”172Please respect copyright.PENANASyi6Y0hYD0
Minami Chan merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. Kenjiro Kun terbelalak melihat Minami Chan ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh Minami Chan yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikKimochiannya.172Please respect copyright.PENANAlIktxF4RWB
Kembali Minami Chan mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan Minami Chan lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.
“Cium di sini yuk Amami Chan..” perintahnya sambil mendorong kepalKenjiro Kun perlahan.172Please respect copyright.PENANApIMkK5RaeC
“Oh..my god.. Sshh” erang Minami Chan ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.172Please respect copyright.PENANAK22534inOf
Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya.172Please respect copyright.PENANAJBpjnhWmHi
“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.172Please respect copyright.PENANAvc8M12fV35
Minami Chan lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga Kenjiro Kunpun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.172Please respect copyright.PENANASW2qJlPdU3
“Jilat di sini Amami Chan..” instruksi Minami Chan sambil tangannya mengusap klitorisnya.172Please respect copyright.PENANAWYVq9mF8xy
Kujilati klitoris Minami Chan. Desahan Minami Chan semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalKenjiro Kun. Beberapa saat kemudian, tubuh Minami Chanpun mengejang.172Please respect copyright.PENANA8CDC70pwRp
“Yes.. Ah.. Yes..” jeritnya.172Please respect copyright.PENANAvgyM4ckPQQ
Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus Minami Chan. Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi video porno.172Please respect copyright.PENANAf8TRinRj2i
“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas panjang.172Please respect copyright.PENANA9CNTUqzaim
Kenjiro Kunpun kemudian melucuti semua pakaianku. Minami Chan lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang.172Please respect copyright.PENANAB7c9iUpWuX
“Ciumi susu Minami Chan lagi dong yang..”
Kenjiro Kun dengan gemas mengabulkan permintaannya. Payudara Minami Chan yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk Kenjiro Kun, menjadi gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara Minami Chan, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Kenjiro Kunpun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya.172Please respect copyright.PENANAJ4FkbTt2aK
Minami Chan kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas. Selanjutnya, Minami Chan menindih tubuh atletisku. Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut sixpackku pun tak lupa diciuminya.
Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala Minami Chanpun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.172Please respect copyright.PENANAEwathgasXA
“Sekarang Minami Chan pengin ambil perjakamu ya..”172Please respect copyright.PENANANEWDNoBWCY
Sambil berkata begitu, Minami Chan menaiki tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina Minami Chan.172Please respect copyright.PENANA3MyUr0EgEn
“Uh.. Nikmat sekali.. Minami Chan suka tongkolmu.. Kimochi..” desah Minami Chan sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.172Please respect copyright.PENANACqlxKRdkAs
“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut Minami Chan. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.172Please respect copyright.PENANATNaeUAdXcl
“Minami Chan suka.. Ahh.. Ngenttin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”172Please respect copyright.PENANArjqFEPXerH
Minami Chan terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama. Kenjiro Kunpun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan Minami Chan semakin menjadi-jadi.172Please respect copyright.PENANAFegcTmGAYf
“Kimochi.. Ahh.. Ayo terus.. enttin Minami Chan.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..”172Please respect copyright.PENANA1HDIVNmUMy
Tak lama tubuh Minami Chanpun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, Minami Chan mengalami orgasme yang kedua kalinya. Tubuh Minami Chan kemudian rubuh di atasku. Karena Kenjiro Kun belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh Minami Chan, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.172Please respect copyright.PENANAuVPYNPhpL7
“Oh.. Kimochi Minami Chan.. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“Kenjiro Kunry mau keluar Minami Chan..” katKenjiro Kun ketika Kenjiro Kun merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.172Please respect copyright.PENANAMo8McNYNHR
“Keluarin di mulut Minami Chan, Amami Chan..”172Please respect copyright.PENANANRxbYde0HY
Kenjiro Kunpun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah Minami Chan. Tangan Minami Chan langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.172Please respect copyright.PENANAAQ4dGwRNV7
“Ahh.. Minami Chan..” jeritku ketika Kenjiro Kun menyemburkan air maniku dalam mulut Minami Chan.172Please respect copyright.PENANA2xvZ2AIwN3
Minami Chan lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik.
Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.172Please respect copyright.PENANA2fQFnLLNtY
“Kimochi Kenjiro Kun?” tanyanya sambil tersenyum genit.172Please respect copyright.PENANA8iINEyMFY9
“Kimochi Minami Chan… memang Minami Chan sering ya beginian”172Please respect copyright.PENANAJBnAF2Wo9k
“Nggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang Minami Chan suka saja..”172Please respect copyright.PENANAZtG05wxa8R
“Oh.. Minami Chan sukanya anak muda ya..”172Please respect copyright.PENANAcCoxZexbOP
“Iya Kenjiro Kun.. Disamping staminanya masih kuat.. Minami Chan juga merasa jadi lebih awet muda.” jawab Minami Chan genit.172Please respect copyright.PENANAHHsCNt9VFC
Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya Kenjiro Kun jadi membeli mobil Minami Chan itu. Disamping kondisinya masih bagus, Minami Chan memberikan korting delapan juta rupiah.172Please respect copyright.PENANAzA76reQ45K
“Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu.
Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, Kenjiro Kun masih berselingkuh dengan Minami Chan. Sebenarnya Kenjiro Kun diliputi perasaan berdosa kepada Tsubasa Amami pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, Kenjiro Kun jadi ketagihan bermain seks. Kenjiro Kun tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran. Tetapi untuk menyalurkan hasratku, Kenjiro Kun terus berhubungan dengan Minami Chan.172Please respect copyright.PENANAghPzWNCDWv
Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga Kenjiro Kun sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Tsubasa Amami untuk menutupi rasa bersalahku.
172Please respect copyright.PENANAjVXVzlya03


